Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia Drs Teten Masduki Kunjungan Kerja Ke Kabupaten Serdang Bedagai

Sergai – Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia Teten Masduki mendorong mengembangkan koperasi pangan dengan melihat potensi yang besar di sektor pertanian, perikanan, perkebunan dan peternakan.

Dorongan Menkop ini disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai yang siap mengembangkan koperasi produksi berbasis komoditas. Hal ini terungkap dalam kunjungan Menkop Teten Masduki ke areal Perkebunan APH,Kota Tengah kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai kamis (9/6/2022).

Teten menyampaikan jika Indonesia ingin membangun koperasi pangan seperti di beberapa negara tersebut, Serdang Bedagai mendapat gilirannya oleh Kementerian Koperasi dan UKM.

Sejauh ini, Serdang Bedagai sudah memiliki modal untuk koperasi,Jika dikembangkan di berbagai sektor, seperti sektor perdagangan, sektor pertanian , perikanan, sektor peternakan. “Karena kita melihat kekuatan peluang ekonomi yang cukup besar. Ini menjadikan koperasi bukan hanya sekedar rantai dari industri besar, namun menjadi kekuatan ekonomi rakyat,” ujar Teten.

Teten mengatakan Serdang Bedagai memiliki potensi ekonomi yang luar biasa bahkan dia melihat Serdang Bedagai mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera Utara.

Menurut Teten, di Pulau Sumatera Serdang Bedagai mempunyai potensi di sektor pangan yang cukup besar, termasuk,Pertanian, perikanan dan peternakan. “Banyak koperasi luar negeri seperti Eropa, New Zealand, Australia di sektor sektor seperti ini. Justru unit usahanya adalah koperasi,” ujar Teten.

Sementara itu,Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya menyampaikan bahwa Serdang Bedagai berharap dapat membuat koperasi produksi di daerah-daerah pertanian, seperti negara negara di eropa, di mana petaninya didorong bersatu membuat koperasi produksi.

Bupati mendorong wilayah atau daerah mempunyai basis komoditas yang spesifik atau kekhasan yang bisa didorong,seperti padi dan bidang Perikanan di seluruh pantai timur dan seterusnya,” kata wiwik-sapaan akrabnya-.

Namun demikian, Pemkab sergai akan terus mendorong sisi koperasi produsen atau para petani membuat komoditas yang akhirnya di dorong ke arah koperasi produksi. “Kami juga sudah berkeliling hampir 2 sampai 3 kali ke pasar untuk mendorong terciptanya koperasi pemasaran. Umumnya koperasi yang ada merupakan simpan pinjam. Walau begitu, bersyukur koperasi ini masih survive dan menunjukkan bukti kinerja yang baik,” kata wiwi.

Pemkab Sergai berharap di situasi apapun ekonomi Sergai tetap bisa survive. karena produksi pertanian sergai merupakan salah satu yang menyokong kebutuhan pangan jawa, Bandung, Sumatera selatan dan sekitarnya.

“Meskipun produksinya bagus tapi kalau kesejahteraan petaninya tidak diperhatikan, generasi yang akan datang akan lari tidak akan jadi petani lagi karena melihat orang tuanya susah tidak sejahtera. dan kita berharap koperasi produksi pertanian dan koperasi pemasaran hasil tani menjadi jawaban untuk mensejahterakan petani,” ujar wiwi.

Pemkab Sergai sangat berharap dukungan, arahandan bimbingan dari Kementerian Koperasi terkait apa yang sudah dirintis sekarang ini.(SR/Morang)