Darma ; Aroma Dugaan Culas Dinas PUPR Tebingtinggi Terhadap KSM Kelurahan Menguap

Tebingtinggi,Sahabat Rakyat Sumut.Com — Lembaga Swadaya masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (GMASI) Sumatra Utara Menghendus Aroma Culas Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Tebing Tinggi terhadap Kelompok Suakelola Masyarakat (KSM) di setiap kelurahan penerima bantuan Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Individual

Aroma Culas itu disampaikan ketua DPD LSM GMASI Sumatra Utara Darma Situmorang kepada wartawan Jumat (23-8-2024) setelah mendapatkan informasi dari tim investigasi lembaga yang dipimpinnya terkait pembangunan Ipal Individual kepada sebanyak kurang lebih 500 kepala rumah tangga penerima bantuan yang terdapat di 9 kelurahan se kota Tebing Tinggi

“Saya mencium aroma Culas, di Dinas PUPR Tebingtinggi terkait proyek Ipal rumahan yang dikerjakan kelompok swakelola masyarakat di setiap kelurahan penerima” ungkap nya

Darma Situmorang menyampaikan aroma curang, tidak jujur itu di curigai saat tim investigasi GMASI yang turun kelapangan, menjumpai sejumlah KSM yang tidak mengetahui alamat tempat belanja septic tank, dan uang belanja yang di transfer ke rekening sesuai petunjuk pihak PUPR, juga KSM tidak ada memegang bon belanja walaupun mengeluarkan uang dengan jumlah yang besar

“Kita curiga, karena PUPR Tebingtinggi tidak transparan kepada KSM di mana tempat belanja tong ipal itu, KSM hanya di arahkan mentransfer sejumlah uang untuk belanja sebanyak 50 unit septic tank Ipal setiap KSM, setelah septic tank datang KSM tidak menerima bon belanja, hanya dokumentasi foto saja” ungkap penggiat Anti korupsi itu

Ketua GMASI Sumatra Utara itu mengungkapkan kalau harga satuan septic tank itu sesuai pengakuan pihak KSM sebesar 4,5 juta per unit, sementara jumlah belanja dari 9 kelurahan KSM, terdapat 450 unit septic tank, jika dikalkulasikan 4,5 juta di kali 450 unit septic tank berarti ada belanja sebesar 2, milyar 25 juta rupiah

Atas dasar itu kita sebagai lembaga kontrol sosial patut mencurigai kalau pihak PUPR diduga telah mengkondisikan tempat belanja septic tank para KSM tersebut, dan para KSM tidak di beri bukti belanja, untuk itu lembaga nya juga akan mengawasi proyek Instalasi pembuangan Air Limbah (IPAL) ini hingga benar benar bermanfaat bagi masyarakat

“Sebagai kontrol sosial kita harus mengawasi setiap proyek untuk masyarakat, jangan ada kecurangan disana , masak KSM sebagai penanggung jawab anggaran tidak memiliki bon,nota belanja ada apa itu??? Pokok nya perkara ini akan saya minta usut kepada APH,” tutup nya dengan nada geram

Terkait masalah dugaan curang itu, pihak PUPR Tebingtinggi Rijal ismanudin sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) saat dikonfirmasi wartawan, tidak merespon Bahkan memblokir nomor nya.(tim) redaksi)