PROYEK “RAMBO” DI DESA KAB.NIAS SELATAN

SUMUT.SAHABATRAKYAT.COM

NIAS SELATAN –  Berdasarkan pantauan beberapa tokoh masyarakat Desa Sifitubanua, Sabtu (05/11/2021) baru-baru ini, sangat menghebohkan masyarakat Desa sifitubanua atas pembangunan jalan semenisasi yang beralokasi di Dusun III (tiga) dan IV (empat), Kecamatan Somambawa, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatra Utara.

Biasanya, setiap ada pembangunan di Desa baik fisik maupun non fisik baru dilaksanakan oleh Pemerintah Desa harus diadakan musyawarah pada warganya.

Namun proyek pekerjaan jalan semenisasi di Desa sifitubbaruanua Kecamatan Somambawa, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatra Utara baru-baru ini, tidak berlaku musyawarah masyarakat Desa Sifitubanua yang artinya segala bentuk Kegiatan Desa apapun dilaksanakan dengan sewenang-wenangnya oleh Kepala Desa Beserta Jajarannya (Parades).

Salah satu warga Desa sifitubanua kecamatan somambawa penyampaikan masalah ini pada Awak Media Online sahabtrakyatsumut.com lewat telepon seluler No Hp. 0812 74xxxxxx menyampaikan bahwa, adanya dugaan proyek siluman di Desa Sifitubanua Kecamatan Somambawa Kabupaten Nias Selatan, yang mana pembangunan tersebut dilaksanakan oleh sepihak bukan orang lain adalah keluarga Kepala Desa Polianus Laia tanpa ada musyawarah warga desa Sifitubanua Kecamatan Somambawa.

Dipaparkan Tokoh Masyarakat Desa Sifitubanua kepada Media sahabatrakyatsumut.com berinisial AN mengatakan, adanya pembangunan semenisasi ini yang terletak Desa Sifitubanua Kecamatan Somambawa yang beralokasi Dusun III (Tiga) dan IV (Empat), masyarakat setempat sangat terkejut ketika masuk bahan material tanpa ada pemberitahuan,.

Namun beberapa hari kemudian, datang beberapa masyarakat dari keluarga Kades Sifitubanua langsung mengerjakan pembangunan jalan kategori semenisasi tersebut, dengan metode yang sangat brutal.

Dijelaskan AN yang biasanya setiap ada pembangunan pemerintah baik dari tingkat bawah sampai tingkat atas selalu ada yang namanya RAB dan gambar, tetapi kami dari Tokoh masyarakat Desa Sifitubanua melihat bahwa pembangunan jalan semenisasi ini dikerjakan asal jadi saja tanpa memandang kwalitas atau ketahanan jangka panjang.

“Disaat proyek peningkatan jalan semenisasi tersebut saya dan beberapa tokoh lainnya mendatangkan salah satu tukang pekerja di Dusun III (Tiga) dan IV (Empat) mencoba menanyakan berapa anggaran Semenisasi tersebut, dan RAB beserta gambar, karna belum ada pemberitahuan kepada kami selaku Tokoh Masyarakat Desa Sifitubanua namun pekerja hanya menjawab, kami dengar anggaran tersebut dana Desa Tahun Anggaran 2021, namun masalah RAB dan Gambar kami tidak tahu sedangkan ukuran lebarnya yang diinfokan sebelumnya oleh Pak kades kepada kami lebar 3 M, tetapi diinfokan terakhir hanya Lebar menjadi ukurannya 2,5 m jadi kami pekerja hanya mengikut perintah dari Kades dan Perangkat Desa, kalau kami langgar Pak maka gaji kami tidak dibayar,” jelasnya.

 

Ironisnya disampaikan AN bahwa pencairan BLT 2021 dicairkan tanpa sepengetahuan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), sehingga saya dan beberapa tokoh masyarakat Desa Sifitubanua menduga kuat bahwa adanya pemalsuan tandatangan dan Stempel (BPD), tuturnya akhiri.*(hr/sr)