
Sergai,Sahabat Rakyat Sumut.Com – Pembagian bantuan beras Bulog didesa Penggalangan Kecamatan Tebing Syabandar Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara saat ini tengah dibanjiri oleh kontroversi serius. Berdasarkan informasi yang terima dari beberapa masyarakat setempat kepada awak media Sahabat Rakyat Sumut.Com tampaknya pembagian beras ini diduga tidak tepat sasaran.(20/02/24)
Warga desa Penggalangan menyatakan bahwa pembagian beras tersebut tidak sesuai dengan daftar penerima yang sebelumnya telah ditetapkan.
Bahkan oknum Kepala Desa, yang telah melakukan dan ikut serta didalam pembagian, namun beras tersebut diduga diberikan kepada pihak saudara-saudaranya, yang diluar dari daftar penerima sebelum nya kemudian menyalurkannya kepada perangkat perangkat desanya
Namun, yang membuat situasi semakin ironis adalah bahwa beberapa warga mengatakan bahwa sebagian besar beras tersebut sudah berakhir di luar Desa, dengan penyaluran yang tidak sesuai dengan tujuan awalnya.
Masih keterangan warga desa yang sama ST ” iyo bener pak. yg seharusnya dapat malah ngak dapat. beras dibawak ntah kemana pada saat pengambilan beras di kantor pos sekitar pada tanggal 8 Febuari,diduga kades pagi pagi diberikan kepada seluruh perangkat. yang diberikan dikantor hanya sekedar simbolis setelah warga banyak yang demo pak pada Senin kemarin .

Beras diduga dibawak kerumah kades masyarakat banyak yang tau tapi ngak ada yang berani ngomong. gitu critanya
ST juga mengatakan bahkan setelah warga melakukan aksi ke kantor desa keesokan hari nya beras yg diduga dimainkan kades sudah berada di kantor desa tetapi yang membuat janggal ternyata fisik dan tali pengikat beras sudah tidak sesuai dengan bansos dari pusat pak,kalau dari pusat itu kami tanya berwarna putih tali nya sedang kan ini dari kantor desa berwarna biru putih maka nya kami menduga bansos tersebut untuk digunakan untuk kepentingan lain,tuturnya

Terpisah saat konfirmasi langsung awak media Sahabat Rakyat Sumut.Com Kepala Desa Penggalangan Boini mengenai adanya dugaan bansos tersebut mengatakan kalau dia tidak tau mengenai hal pengambilan beras tersebut di kantor pos dan pada saat kejadian warga datang ke kantor desa saya lagi diluar pak.
Liputan :SR/Sampe




