GMASI Siap Pidanakan Kasus Dugaan Cuci Raport dan Pungutan Liar Di SMP Negeri 1 Dolok Masihul

SERGAI, Sahabat Rakyat Sumut. Com – Indikasi dugaan praktik cuci raport dan pungutan liar (pungli) di SMP Negeri 1 Dolok Masihul hingga berujung kerugian para siswa berprestasi, karena harus kehilangan kesempatan untuk masuk ke SMA Negeri melalui jalur prestasi, mulai menuai sorotan.

Dewan Pimpinan Daerah Sumut Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (DPD GMASI) Darma Bakti secara tegas mengecam indikasi dugaan praktik ‘cuci raport’ dan pungli yang berujung pada gagalnya siswa berprestasi untuk mendapatkan haknya bersekolah di SMA Negeri lewat jalur prestasi.

“Ini jelas kejahatan besar. Bukan hanya menciderai dunia pendidikan tanah air, namun jelas kejahatan dalam pendidikan terorganisir yang perlu diusut tuntas. Bukan hanya Dinas Pendidikan Kabupaten Sergai saja tapi harus menjadi perhatian serius pihak kepolisian untuk menyelidiki unsur pidana didalamnya,” kecam Ketua GMASI Sumut Darma, Selasa (04/06/2024).

Karena dampak dari kejadian ini, kata pria yang akrab disapa morang ini, jelas seolah ada upaya-upaya untuk menghancurkan mental anak didik yang notabene merupakan generasi penerus bangsa.

“Kalau Kepala SMP Negeri 1 Dolok Masihul berdalih ini human error, lantas kenapa kesalahan input itu dialami lebih dari satu siswa,bahkan info yg kami dapat ada beberapa siswa yang mendapat juara Umum di setiap semester tidak bisa menang di jalur prestasi sementara siswa yang tidak mendapat kan juara umum bisa masuk Jelas sangat mencurigakan,” ujar darma.

Sebagai LSM yang memperhati atas segala hal penyelewengan yang menyangkut aparatur negara, darma juga mengaku bahwa pihaknya mengendus adanya praktik suap terselubung yang melibatkan operator dan oknum tertentu di SMP Negri 1 Dolok Masihul.

“Untuk membongkar kejahatan ini, kami akan mendesak aparat kepolisian segera melakukan penyelidikan. Karena patut dicurigai kesalahan ini tak terlepas dari adanya pelicin alias dugaan suap sehingga dugaan cuci raport siswa bisa terjadi, dan juga terkait pengutipan uang yg digadang gadang untuk kebutuhan pra karya disekolah berupa pot bunga dan burung ” tandasnya.

Untuk ini pula, kata Darma GMASI Sumut akan melakukan aksi turun ke jalan sekaligus membongkar kejahatan di dalam dunia pendidikan ini.

“Secepatnya kami akan melakukan aksi ke Dinas Pendidikan Sergai dan ke Polres Serdang Bedagai agar segera merespon perkara yang sangat meresahkan orang tua siswa dan merugikan siswa di akhir pendidikannya di tingkat sekolah menengah,” pungkasnya.

 

 

Liputan :SR/Abdi