Mengenal Desa Kolam dan sejarahnya sebagai salah satu saksi bisu berdirinya tugu monumen pahlawan.

seorang kakek sedang menceritakan sejarah berdiri nya tugu monumen pahlawan nasional di desa kolam kec. Percut Sei Tuan Kab.Deli Serdang
seorang kakek sedang menceritakan sejarah berdiri nya tugu monumen pahlawan nasional di desa kolam kec. Percut Sei Tuan Kab.Deli Serdang

Ketua Pemuda Pancasila, MY Effendy Nasution yang kerap disapa Fendi Keling, Senin pagi 25 Oktober 1965 sekitar pukul 10.00 WIB pun menyusun strategi penumpasan dan pengepungan PKI di tiga sektor yakni daerah Pekan Tembung, Batangkuis, dan Pasar 10 Tembung guna melaksanakan perintah.
Untuk mengetahui mana kawan dan lawan, angka 4 dan 2 menjadi kode tersendiri dalam aksi tersebut. Dengan kata lain, jika seseorang menyebut angka 4 maka teman yang lain harus menyahuti dengan angka 2, jika tidak ada sahutan maka disebut lawan. Sesuai strategi seluruhnya menyerbu secara bersamaan sekitar pukul 14.00 WIB
Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia (G-30 S/PKI), meninggalkan catatan sejarah kelam bagi bangsa Indonesia. Salah satu rangkaian peristiwanya terjadi di Kampung Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan , Deli Serdang.
Banyak persepsi yang muncul dari catatan sejarah seputar rangkaian peristiwa yang terkait dengan G 30 S/PKI dan rangkaian peristiwanya.
Begitu pula dengan peristiwa Kampung Kolam. Kendati kejadiannya sudah lama berlalu, ingatan dan trauma peristiwa itu masih terus menggelayuti para pelaku sejarah. Khususnya para orang-orang yang diduga sebagai eks- PKI.
Tugu itu, dibangun untuk mengenang dua orang yang diduga menjadi korban kekejaman PKI. Bahkan, sebagai sarana untuk mengenang dua orang tersebut, di tugu setinggi 6 meter ditulis nama kedua orang korban, Mohammad Jacop dan Drs Adlin Prawiranegara.
Tugu itu berada di tengah-tengah ladang jambu kelutuk yang terlihat ranum dengan buahnya. Di sana terdapat tulisan yang berbunyi, “Tugu Pahlawan Ampera, Pada Tanggal 25 Oktober 1965, Dalam Penumpasan G 30 S/PKI, gugur di tempat/parit ini dua orang anggota Pemuda Pancasila: M Jacop (PP) dan Drs Adlin Prawiranegara (PP/HMI).
Pascatragedi 30 September, berdirinya tugu Ampera PKI di Desa Kolam sebagai pengingat sejarah panjang para pahlawan.
Di lokasi ini juga setiap tahunnya tepatnya pada malam 30 September dilakukan upacara penghormatan dan tabur bunga , dan juga acara menonton film GS30 PKI Bersama.
Sejarah kelam tersebut, kini telah berubah, yang dikatakan orang-orang tidak perlu dikhawatirkan, karena suasana di sana saat ini begitu nyaman, aman, dan sejuk.