
Aksi Pencurian di pasar memang kerap terjadi, dan hal ini membuat resah baik bagi para pedagang maupun pengunjung, baru-baru ini ( 5/11) kita di kejutkan dengan viralnya sebuah vidio di media sosial tentang aksi pencurian yang terjadi di Pusat Pasar kota medan.
Vidio Viral tersebut mendapat berbagai tanggapan dari netizen, hal ini juga menjadi perhatian dari ketua DPD Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia ( Appsindo) Melenial kota medan Dedi Harvy Sahri
“Pencurian yang dulu dan kini kerap terjadi di Pusat Pasar saat ini membuat resah pedagang, dan jujur ada beberapa yang di teruskan ke proses hukum. Namun untuk kejadian yang sempat viral ini, pedagang sepakat untuk tidak memproses ibu ini karena memandang dari berbagai prespektif sehingga layak hanya di berikan sangsi moral dan sosial guna mengingatkan bagi pelaku pelaku yang lain untuk tidak melakukan pencurian lagi di Pusat Pasar Medan” jelasnya.
“Jujur di akui bahwa sempat seluruh pedagang yang menjadi korban pencurian sempat menuding pengelola pasar yang di anggap tak becus dalam mengamankan pasar, namun setelah melihat langsung kejadian ini, pedagang sepakat untuk melakukan tindakan seperti ini sebagai sangsi sosial terhadap pelaku pencurian di Pusat Pasar.
Saya selaku ketua organisasi pasar yang melihat kejadian ini, sangat setuju untuk di lakukan sangsi sosial dengan menggiring pelaku yang sudah sering melakukan hal ini dengan modus berpura pura belanja yang akhirnya pelaku melakukan pencurian baik terhadap pemilik toko maupun terhadap konsumen” terang dedi.
Namun di samping itu Pihaknya juga tidak.menyetujui dengan aksi yang di lakukan oleh pedagang pasar, “Mungkin banyak yang marah terhadap perlakuan terhadap pelaku ini, namun ini adalah bentuk kekesalan masyarakat pedagang terhadap pelaku, namun tidak kami sarankan melakukan kekerasan terhadap pelaku, tapi sangsi sosial dengan melakukan penulisan di atas karton ke kawasan pusat pasar sebagai sangsi sosial dan kami teruskan ke pengelola untuk di proses hukum. Namun oleh pemilik toko tidak mau melaporkan ini, sehingga oleh pengelola di lepaskan dengan sebelumnya membuat perjanjian di atas surat agar tidak lagi melakukan tindakan pencurian di pusat pasar”. Pungkasnya

Setelah Vidio tersebut viral di medsos maka pihak keamaan pasar di dampingi Appsindo melenial kota medan melakukan klarifikasi melalui siaran vidio, dalam vidio tersebut Dedi menjelaskan bahwa ” itu bukan di arak tapi di bawa dari lantai tiga ke lantai satu, untuk pengamanan bagi pelaku, agar tidak di amuk masa” tegas dedi.
Di samping itu pihak keamanan pasar Hendri Gunawan Simarmata menjelaskan ” sehubungan dengan vidio viral tersebut kami dari pihak keamanan pasar memohin maaf kepada semua masyarakat, dan hal itu di lakukan atas inisiatif dari pedagang itu sendiri” pungkasnya.**(rn/sr)




